Cuaca tak Menentu, Dinkes Berau Ingatkan Warga Jangan Remehkan Batuk Pilek

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Perubahan cuaca ekstrem yang belakangan melanda Kabupaten Berau mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mencatat adanya lonjakan kasus flu dan batuk dalam dua bulan terakhir.

 

Meski belum mengkhawatirkan, warga diminta tidak menganggap enteng gejala ringan seperti pilek dan tenggorokan gatal.

 

Menurut penjelasan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono, peningkatan kasus influenza terjadi hampir di semua kelompok usia.

 

Data Dinkes menunjukkan, September 2025 menjadi bulan dengan kasus tertinggi, yakni  4.646 kasus, naik dari Agustus 4.147 kasus dan Juli 3.375 kasus.

 

“Kenaikannya tidak terlalu besar dan itu dimulai bulan Juli 2025 lalu,  kondisi ini  cukup jadi alarm untuk tetap waspada,” ujar Garna saat dikonfirmasi.

 

Menurutnya, peningkatan ini erat kaitannya dengan cuaca yang berubah-ubah, dari panas terik ke hujan mendadak, sehingga menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.

 

“Ini penyakit musiman, tapi kalau diabaikan bisa berdampak luas. Kami terus imbau masyarakat untuk menerapkan PHBS dan segera berobat jika mengalami gejala,” tambahnya.

 

Dinkes Berau juga mengingatkan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat tidak sehat, rajin mencuci tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, menjaga  imun tubuh dengan istirahat cukup, minum air putih, dan konsumsi buah serta sayur juga penting untuk mencegah tertular penyakit.

 

“Jangan tunggu parah baru ke puskesmas. Kalau dari awal ditangani, penularannya bisa dicegah,” tegas Garna.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes melalui  puskesmas di seluruh kecamatan aktif melakukan penyuluhan dan edukasi langsung ke warga. Upaya ini diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit menular selama musim pancaroba di  Bumi Batiwakkal. (sep/FN)